Sanandika bergejolak merentuh, bak senja dimakan oleh kegelapan, Hai kau yang begitu jauh, ku sampaikan semangat terbesar untukmu, aku tau begitu banyak kapal derana yg berlabuh dalam dirimu, dan pada akhirnya kau meringkuk tak dapat pergi semaumu.
Engkau membuat begitu banyak jejak, sampai akhirnya sebuah pijakan kamu anggap paling aman tak bisa lagi kau langkahkan, pijakan itu terlalu indah untuk bisa kamu hancurkan.
Pergilah cari batu yg dapat kamu lewatkan, sampai akhirnya kamu dapat menyebrang di taman indah di seberang telaga itu, yang penuh dengan bunga kesukaanku, bunga yang ku berikan untukmu, bunga yg menurutku menggambarkan dirimu, bunga matahari ku.
_"Hai, izinkan ku berlabuh di aprail tentang mu"_